Rusia Gencar Promosi Aplikasi Max Gantikan Whatsapp dan Telegram
Rusia Gencar Promosi Aplikasi Max Gantikan Whatsapp dan Telegram login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Teknologi Informasi Rusia Gencar Promosi Aplikasi Max Gantikan Whatsapp dan Telegram CNN Indonesia Selasa, 24 Mar 2026 05:31 WIB Bagikan: url telah tercopy Rusia disebut sedang memaksa warganya menggunakan aplikasi pesan Max yang dibuat VK untuk menggantikan Whatsapp dan Telegram. (iStock/gorodenkoff) Jakarta, CNN Indonesia — Rusia sedang gencar mempromosikan aplikasi pesan instan bernama Max, sebuah platform media sosial tanpa enkripsi, kepada warganya melalui kampanye promosi besar-besaran. Promosi ini sekaligus meliputi pemblokiran simultan aplikasi populer WhatsApp dan Telegram.Penggunaan Max telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan kritikus dan kelompok hak digital bahwa Rusia akan menggunakan Max untuk memata-matai warganya dan semakin memutus hubungan digital dengan Barat.”Setiap data yang melewati aplikasi ini dapat dianggap berada di tangan pemiliknya, dan dalam hal ini, di tangan negara Rusia,” kata peneliti keamanan siber Baptiste Robert, CEO perusahaan Prancis Predicta Lab, kepada AFP. ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Lihat Juga :TIPS TEKNOLOGICara agar WhatsApp Tak Mudah Di-Hack, Aktifkan Fitur-fitur IniMax diluncurkan pada 2025 oleh raksasa media sosial Rusia, VK. Aplikasi ini disetarakan dengan WeChat milik China, yang menggabungkan fungsi media sosial dan pesan instan dengan akses ke layanan pemerintah, sistem kartu identitas digital, perbankan dan pembayaran. Penggunaannya tidak diwajibkan secara resmi, tetapi pihak berwenang memperjelas bahwa kehidupan tanpa Max akan semakin sulit.Presiden Rusia Vladimir Putin telah mempromosikannya sebagai platform yang lebih “aman” yang memenuhi tuntutan Rusia akan “kedaulatan teknologi.” Moskow telah mendorong agenda itu selama bertahun-tahun.”Ini adalah puncak dari kebijakan yang bertujuan untuk menciptakan internet yang berdaulat,” kata Marielle Wijermars, profesor madya tata kelola internet di Universitas Maastricht kepada AFP.”Rusia ingin merestrukturisasi internet untuk lebih mengontrol apa yang dipublikasikan,” termasuk “dengan memindahkan semua warga Rusia ke platform yang lebih dikendalikan negara,” tambahnya.Instal paksaMax telah diinstal sebelumnya di ponsel dan tablet yang dijual di Rusia sejak September 2025.Desainnya familiar dan menyerupai Telegram, menawarkan pesan pribadi, saluran publik dan stiker lucu.Namun tidak seperti Telegram dan Whatsapp, Max termasuk dalam “daftar putih” Rusia untuk layanan digital yang disetujui tetap online selama penerapan pemadaman internet paksa. Rusia kerap melakukan kebijakan itu untuk menggagalkan serangan drone balasan Ukraina.Max awalnya hanya tersedia untuk pengguna kartu SIM Rusia atau Belarusia, aplikasi ini sekarang tersedia dalam bahasa Inggris dan untuk nomor telepon dari 40 negara lain yang dianggap Rusia sebagai “sahabat,” seperti Kuba, Pakistan, dan republik bekas Uni Soviet di Asia Tengah.Aplikasi ini tidak tersedia di Uni Eropa atau Ukraina.Lihat Juga :WhatsApp Rilis Akun Khusus Anak, Begini Cara Orang Tua KontrolSalah satu alasan Rusia ingin meninggalkan Telegram adalah karena aplikasi ini telah menjadi platform yang digunakan Ukraina untuk merekrut warga Rusia melakukan serangan sabotase, termasuk pembunuhan.Perusahaan-perusahaan besar dituduh memaksa karyawan untuk mengunduh aplikasi tersebut dan sekolah-sekolah telah memindahkan semua komunikasi dengan orang tua ke platform Max. Pada saat yang sama, selebriti dan blogger populer memindahkan konten mereka ke Max.Dmitry Zakharchenko, pendiri lembaga analitik Rusia GRFN, membandingkan kampanye “agresif” tersebut dengan papan iklan propaganda Soviet. (fea) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT rusia aplikasi max max telegram whatsapp ARTIKEL TERKAIT Cara agar WhatsApp Tak Mudah Di-Hack, Aktifkan Fitur-fitur Ini WhatsApp Siapkan Fitur Jadwal Kirim Pesan, Cek Caranya Tips Seting Fitur Whatsapp Agar Tak Mudah Dibajak WhatsApp Web Kini Punya Fitur Panggilan Suara dan Video, Cek Caranya WhatsApp Rilis Fitur Baru Buat Perketat Privasi Akun, Begini Caranya Cara Backup dan Restore Chat WhatsApp REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe
