5 mins read

NASA Alihkan Misi ke Mars, Siapkan Pesawat Bertenaga Nuklir

NASA Alihkan Misi ke Mars, Siapkan Pesawat Bertenaga Nuklir login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains NASA Alihkan Misi ke Mars, Siapkan Pesawat Bertenaga Nuklir CNN Indonesia Rabu, 25 Mar 2026 16:50 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. NASA merencanakan misi Mars 2028 dengan pesawat bertenaga nuklir, SR-1 Freedom. Misi ini juga mendukung pembangunan reaktor fusi di Bulan. (Foto: iStockphoto/Cobalt88) Jakarta, CNN Indonesia — NASA mengalihkan misi mereka untuk menuju Planet Mars dalam waktu dekat. Untuk merealisasikan hal tersebut, NASA menyiapkan pesawat bertenaga nuklir.Administrator NASA Jared Isaacman, dalam sebuah acara di Washington D.C, mengungkap salah satu rencana mereka adalah meluncurkan kendaraan Mars bertenaga nuklir yang sepenuhnya baru pada tahun 2028.Lihat Juga :Proyek Stasiun di Bulan Jadi Target NASA Usai ISS Pensiun di 2030? ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Isaacman menamai misi Mars tahun 2028 tersebut sebagai Space Reactor-1 Freedom, atau SR-1 Freedom. Misi ini akan menjadi misi pertama yang menggunakan teknologi propulsi listrik nuklir di luar angkasa.Isaacman telah menjadi pendukung vokal teknologi ini, yang menawarkan mesin-mesin yang sangat efisien dan ideal untuk menggerakkan misi-misi ke ruang angkasa jauh. Namun, teknologi ini menghadirkan tantangan desain yang rumit dan berpotensi menimbulkan biaya tinggi, belum lagi risiko yang terkait dengan peluncuran sistem nuklir, seperti paparan radiasi. Misi SR-1 Freedom bertujuan untuk mencapai lebih dari sekadar mewujudkan propulsi listrik nuklir. Wahana tersebut akan melaksanakan tujuan yang sebelumnya diumumkan sebagai bagian dari misi yang diusulkan bernama Skyfall.Misi ini dirancang untuk mendaratkan helikopter di permukaan Mars yang dapat mengikuti jejak Ingenuity, wahana pertama yang berhasil melakukan penerbangan terkendali di Mars.Temuan dari misi SR-1 Freedom akan menjadi dasar bagi rencana NASA untuk membangun reaktor fusi di permukaan bulan. Reaktor ini dapat memasok listrik ke pangkalan bulan baik pada siang maupun malam hari di bulan. NASA sebelumnya telah mengumumkan niatnya untuk meluncurkan reaktor semacam itu pada tahun 2030.Pilihan RedaksiKebijakan Baru, Astronaut NASA Kini Boleh Bawa HP ke AntariksaMundur dari Ambisi Mars, Elon Musk Kini Mau Buat Kota di BulanAncaman Asteroid YR4 Mereda, Ahli Pastikan Tak Akan Tabrak BulanSteven Sinacore, pejabat eksekutif program NASA untuk Fission Surface Power dan misi SR-1 Freedom, mengatakan bahwa ia memperkirakan perlu memperkenalkan teknologi semacam itu kepada masyarakat umum guna meredakan kekhawatiran.”Saya rasa kita memang harus meningkatkan kesadaran masyarakat, atau setidaknya menjelaskan kepada mereka apa sebenarnya hal ini,” kata Sinacore, melansir CNN, Rabu (25/3).”Pada akhirnya – ini aman. Di permukaan, reaktornya dalam keadaan mati. Tidak ada radiasi yang keluar darinya. Reaktor itu sebenarnya baru aktif saat sudah berada di luar angkasa, dan dari situlah radiasi berasal,” lanjut dia.Penundaan stasiun antariksaIsaacman juga sempat menyinggung bahwa pihaknya bakal menunda pembangunan stasiun luar angkasa di Bulan. Sedianya, NASA berencana membangun stasiun luar angkasa di Bulan setelah International Space Station (ISS) pensiun pada 2031.”Pangkalan bulan tidak akan terbentuk dalam semalam,” kata Isaacman.Isaacman mengungkapkan bahwa NASA akan menunda rencana kerja sama dengan mitra internasional dalam pengembangan stasiun luar angkasa Gateway, yang akan mengorbit Bulan.Stasiun luar angkasa Gateway dirancang sebagai sarana untuk mendukung perjalanan ke permukaan Bulan, serta misi ke tujuan yang lebih jauh. Stasiun tersebut akan berfungsi sebagai titik persinggahan di orbit Bulan untuk mengoordinasikan perjalanan kargo dan awak.Menurutnya badan tersebut akan memanfaatkan sumber daya Gateway yang ada untuk keperluan lain, termasuk pembangunan pangkalan Bulan.Isaacman mengatakan bahwa NASA akan berupaya meningkatkan secara drastis jumlah pendarat robotik yang mengangkut muatan dan instrumen ilmiah ke Bulan, dengan target agar pendaratan dapat dilakukan setiap bulan. (wpj/dmi) Add as a preferred source on Google [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT nasa pesawat tenaga nuklir reaktor fusi misi sr-1 freedom eksplorasi mars planet mars ARTIKEL TERKAIT Proyek Stasiun di Bulan Jadi Target NASA Usai ISS Pensiun di 2030? Ancaman Asteroid YR4 Mereda, Ahli Pastikan Tak Akan Tabrak Bulan Berapa Waktu yang Dibutuhkan untuk Berjalan Keliling Mars? Ada Masalah Teknis, NASA Tunda Peluncuran Artemis 2 Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Apakah Berbahaya? Detik-detik SpaceX Luncurkan 24 Satelit Starlink ke Orbit REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG Add as a preferred source on Google TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *