6 mins read

Gara-gara Trump, Penyakit Paru-paru Bakal Lebih Parah dan Mematikan

Gara-gara Trump, Penyakit Paru-paru Bakal Lebih Parah dan Mematikan login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains Gara-gara Trump, Penyakit Paru-paru Bakal Lebih Parah dan Mematikan CNN Indonesia Senin, 23 Mar 2026 08:45 WIB Bagikan: url telah tercopy 1. Gara-gara Trump, Penyakit Paru-paru Bakal Lebih Parah dan Mematikan 2. Ancaman Risiko yang Semakin Parah Studi menunjukkan kebijakan Donald Trump berpotensi meningkatkan penyakit paru-paru dan kematian dini. (Foto: REUTERS/Nathan Howard) Jakarta, CNN Indonesia — Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpotensi meningkatkan angka penyakit paru-paru serta kematian dini di Amerika Serikat.Analisis yang dipublikasikan dalam jurnal American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine itu menilai berbagai kebijakan selama masa jabatan kedua Trump di sepuluh sektor, mulai dari akses layanan kesehatan, regulasi lingkungan, perlindungan pekerja, hingga cakupan vaksinasi. Hasilnya menunjukkan kebijakan-kebijakan tersebut berpotensi memperburuk kesehatan pernapasan masyarakat.Lihat Juga :Prediksi Lebaran 2026 dari BRIN, BMKG, Muhammadiyah, Pemerintah dan NU ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Para peneliti mengatakan bahwa kebijakan-kebijakan ini kemungkinan akan meningkatkan insiden penyakit paru-paru, memperburuk penyakit yang sudah ada, dan merusak perawatan bagi pasien yang sudah menderita, sehingga mengancam kesehatan paru-paru anak-anak dan orang dewasa.Adam Gaffney, dokter paru dan profesor di Harvard Medical School yang memimpin laporan tersebut, memperingatkan bahwa secara keseluruhan, kebijakan-kebijakan itu merupakan serangan terhadap paru-paru warga Amerika yang dapat mengakibatkan jutaan orang meninggal secara prematur di tahun-tahun mendatang. Laporan tersebut menyoroti beberapa masalah mendesak, salah satunya adalah pemotongan anggaran kesehatan yang tercantum dalam paket kebijakan pajak dan pengeluaran masa jabatan kedua Trump.Dikenal sebagai One Big Beautiful Bill Act (OBBBA), paket tersebut memangkas lebih dari US$1 triliun (Rp16,9 kuadriliun) dari program-program kesehatan, menandai pemangkasan anggaran kesehatan federal terbesar dalam sejarah Amerika.Analisis tersebut menyatakan bahwa pemotongan anggaran itu dapat mengancam akses perawatan bagi jutaan orang yang bergantung pada Medicaid, menurunkan tingkat vaksinasi untuk penyakit pernapasan, serta mengurangi akses ke perawatan darurat dan obat-obatan.”Misalkan Anda memiliki seorang pasien dengan penyakit paru obstruktif kronis yang kehilangan jaminan kesehatan, berhenti berkonsultasi ke dokter umum, berhenti menemui spesialis paru, dan tidak lagi memiliki dokter yang meresepkan inhaler untuknya,” kata Gaffney, mengutip The Guardian, Jumat (13/3).Pilihan RedaksiChina Kembangkan Baterai Nuklir Mini, Awet 50 Tahun Tanpa Harus DicasPunah 6.000 Tahun Lalu, 2 Spesies Ini Ditemukan di Hutan PapuaMengenal 3 Ilmuwan Iran yang Mampu Mengubah Dunia”Faktanya, pengobatan modern menyelamatkan nyawa, dan ketika Anda mencabutnya, hal itu justru membahayakan,” lanjutnya.Gedung Putih merespons penelitian tersebut dan membantah temuan Gaffney.”Pemerintahan Trump tidak membahayakan akses layanan kesehatan bagi siapa pun,” ujar juru bicara Gedung Putih Kush Desai.Desai mengatakan bahwa OBBBA mencakup persyaratan kerja yang masuk akal, verifikasi kelayakan, dan reformasi lain untuk memangkas pemborosan, penipuan, dan penyalahgunaan dalam program Medicaid, yang akan memperkuat program tersebut bagi warga Amerika yang bergantung pada jaring pengaman vital ini.Ia menambahkan bahwa pemerintah Trump justru sedang mendorong perombakan ambisius terhadap sistem perawatan kesehatan Amerika.Selama setahun terakhir, pemerintahan Trump telah mencabut atau melemahkan puluhan standar polusi udara, termasuk yang mengatur batas emisi partikel halus, merkuri di udara, dan emisi knalpot.Meskipun perubahan ini mungkin meningkatkan keuntungan bagi beberapa perusahaan, hal tersebut akan menyebabkan munculnya kasus asma baru dan peningkatan jumlah rawat inap akibat penyakit pernapasan, yang mengancam kesehatan paru-paru ratusan ribu orang, menurut studi tersebut.”Di setiap kesempatan, pemerintahan ini lebih mengutamakan potensi keuntungan ekonomi para pencemar daripada udara bersih dan kesehatan pernapasan warga Amerika,” tulis Mary B Rice, direktur Pusat Iklim, Kesehatan, dan Lingkungan Global di Harvard serta salah satu penulis studi tersebut.Ancaman risiko di halaman berikutnya… Para pejabat telah menunda proyek-proyek energi bersih, memaksa pembangkit listrik berbahan bakar fosil untuk tetap beroperasi jauh setelah tanggal penutupan yang direncanakan, serta melobi Kongres untuk mencabut kewenangan California dalam mewajibkan penjualan kendaraan listrik.Menurut para penulis, jika langkah-langkah ini berhasil, hal itu akan menyebabkan polusi udara yang semakin parah, dengan dampak yang berpotensi “tidak dapat diubah” terhadap kesehatan paru-paru.Risiko lain yang disoroti dalam makalah tersebut meliputi penundaan perlindungan di tempat kerja bagi para penambang batu bara yang terpapar debu silika, pemotongan dana kesehatan masyarakat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA), serta penurunan cakupan vaksinasi di bawah Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr.Risiko-risiko ini kemungkinan akan semakin parah, dengan banyak orang ‘menemukan diri mereka berada di pusat berbagai vektor bahaya’, menurut Gaffney.Pilihan RedaksiRatusan Gempa Kecil Dalam Sebulan, Sesar Lembang Ancam Bandung Raya?Studi Kontroversial Klaim Badai Matahari Bikin Gempa Bumi, Benarkah?Ilmuwan Temukan Penyimpanan Data di Kaca yang Awet 10.000 TahunPasien dengan penyakit paru obstruktif kronis mungkin terpapar tingkat jelaga yang lebih tinggi akibat melemahnya standar emisi, dan mungkin juga kehilangan jaminan kesehatan. Jika mereka merokok, yang semakin meningkatkan risiko, mereka mungkin juga kehilangan akses ke program penghentian merokok akibat berkurangnya dana dari CDC.Jika mereka mempercayai informasi yang salah yang disebarkan oleh pejabat pemerintahan Trump, mereka mungkin juga menunda vaksinasi Covid-19 dan influenza, padahal mereka sangat rentan terhadap kedua penyakit tersebut.Gaffney memprediksi pelonggaran kebijakan lingkungan akan memperparah pemanasan global, memicu keb

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *