4 mins read

Mengenal EtnoSphere, Lab AI Pencegah Kepunahan Serangga Buatan Jember

Mengenal EtnoSphere, Lab AI Pencegah Kepunahan Serangga Buatan Jember login register logout For You Nasional Politik Hukum & Kriminal Peristiwa Pemilu Info Politik BERITA TERBARU Internasional Asean Asia Pasifik Timur Tengah Eropa Amerika BERITA TERBARU Ekonomi Keuangan Energi Bisnis Makro Corporate Action BERITA TERBARU Olahraga Sepakbola Moto GP F1 Raket BERITA TERBARU Teknologi Teknologi Informasi Sains Telekomunikasi Climate BERITA TERBARU Otomotif Tren Mobil Motor E-Vehicle Commercial Info Otomotif BERITA TERBARU Hiburan Film Musik Seleb Seni Budaya Music At Newsroom BERITA TERBARU Gaya Hidup Health Food Travel Trends BERITA TERBARU CNN TV Ragam Foto Video Infografis Indeks Fokus Kolom Terpopuler Features Search History Loading… Teknologi Sains Mahasiswa Jember Bikin Laboratorium AI Canggih, Apa Fungsinya? CNN Indonesia Kamis, 12 Mar 2026 13:15 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Tiga mahasiswa Unej menciptakan EntoSphere, laboratorium pintar berbasis digital untuk mencegah kepunahan serangga langka dan mendukung kelestarian alam. (Foto: felixioncool/pixabay) Jakarta, CNN Indonesia — Tiga mahasiswa asal Jember, Jawa Timur merancang inovasi bernama EntoSphere, sebuah konsep laboratorium pintar berbasis teknologi digital untuk mencegah kepunahan serangga langka juga menjaga kelestarian alam.Ketiga mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jember (Unej) tersebut adalah Nadzar Thariqy Achsan, Melsanda Aprilina, dan Fahilah Ayu Safitri.Lihat Juga :BRIN Ungkap 51 Spesies Baru Sepanjang 2025, Apa Saja? ADVERTISEMENT SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Mereka mengatakan inovasinya hadir sebagai solusi edukatif karena kekhawatiran menurunnya populasi serangga. Selain itu, mereka juga ingin menciptakan pembelajaran biologi yang aplikatif dalam menjaga ekosistem.”Kepedulian kami terhadap kelestarian serangga ini datang dari rendahnya kesadaran masyarakat terhadap peran penting serangga dalam menjaga keseimbangan ekosistem,” ujar Nadzar Thariqy Achsan di Jember, Kamis (12/3), mengutip Antara. EntoSphere bukan sekadar kandang biasa, melainkan laboratorium interaktif. Laboratorium ini mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan sensor otomatis (Internet of Things).Laboratorium tersebut memanfaatkan sensor suhu dan kamera khusus untuk memantau serangga tanpa mengganggu aktivitas alaminya.”Teknologi AI yang diusulkan mampu mengenali jenis spesies dan menganalisis pola aktivitas serangga secara otomatis,” terangnya.Nadzar menjelaskan integrasi teknologi tersebut memungkinkan pengumpulan data alam secara sistematis dan real-time, sehingga pemantauan populasi serangga menjadi lebih akurat dan terstandar.Pilihan RedaksiDemi Harimau Caspian Hidup Lagi, Negara Ini Tanam 37 Ribu PohonBRIN Temukan 2 Spesies Ngengat Baru, Diberi Nama Sutrisno & UbaidillahPunah 6.000 Tahun Lalu, 2 Spesies Ini Ditemukan di Hutan PapuaKetika diimplementasikan di sekolah, katanya, konsep EntoSphere akan mengajak siswa belajar dengan cara yang menyenangkan lewat program Insecta Cops.Di sini, siswa diajak menganalisis hubungan antara lingkungan dan perilaku serangga berdasarkan data lapangan yang nyata.”Pendekatan itu memperkuat literasi sains, kemampuan analitis, dan integrasi multidisipliner antara biologi, teknologi, serta analisis data, sehingga proses belajar tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan berbasis bukti dan pengalaman langsung,” tuturnya.Ia berharap gagasan ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. Ia juga mengapresiasi dukungan kampus yang memberikan ruang bagi setiap mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatif mereka.”Lingkungan yang suportif sangat berpengaruh terhadap keberanian untuk mencoba dan berkompetisi,” katanya.Lebih lanjut, ia turut memotivasi mahasiswa lain agar tidak ragu memulai dan tidak takut gagal, karena proses mencoba, belajar, dan konsisten itulah yang akhirnya membawa pada prestasi. (lom/dmi) [Gambas:Video CNN] Bagikan: url telah tercopy TOPIK TERKAIT mahasiswa jember entosphere serangga langka inovasi teknologi ARTIKEL TERKAIT Pemerintah Bakal Luncurkan Konsorsium Riset, Simak Tujuannya Cari Korban Banjir Sumatra, Pakar Dorong Penggunaan Drone Hingga AI Menkomdigi Ungkap Manfaat Penggunaan IoT di Pertanian, Apa Saja? FOTO: Bim Salabim, Sisa Rambut Manusia Disulap Jadi ‘Vitamin’ Tanaman Berkat Implan Otak, Pasien ALS Kini Bisa Bicara Lagi REKOMENDASI UNTUKMU LIHAT SEMUA LIHAT SEMUA LAINNYA DI DETIKNETWORK LIVE REPORT LIHAT SELENGKAPNYA TERPOPULER Menyajikan berita terhangat langsung melalui handphone Anda DOWNLOAD SEKARANG TELUSURI Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Otomotif Hiburan Gaya Hidup berbuatbaik.id CNN TV IKUTI KAMI © 2026 Trans Media, CNN name, logo and all associated elements (R) and © 2026 Cable News Network, Inc. A Time Warner Company. All rights reserved. CNN and the CNN logo are registered marks of Cable News Network, Inc., displayed with permission. Tentang Kami | Redaksi | Pedoman Media Siber | Karir | Disclaimer CNN U.S. | CNN International | CNN en ESPAÑOL | CNN Chile CNN México | العربية | 日本語 | Türkçe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *