Transplantasi Rahim Donor Jenazah Hasilkan Kelahiran Bayi Pertama di Inggris
Transplantasi Rahim Donor Jenazah Hasilkan Kelahiran Bayi Pertama di Inggris – Teknologi Download Teknologi App Gabung sebagai Bisnis PartnermenusearchMasukDaftar Gratissearch Transplantasi Rahim Donor Jenazah Hasilkan Kelahiran Bayi Pertama di Inggris Wildan Nur Alif Kurniawan . March 05, 2026 Foto: ErgobabyTeknologi.id – Dunia kedokteran reproduksi mencatat sebuah pencapaian penting. Seorang bayi laki-laki bernama Hugo lahir dan menjadi anak pertama di Inggris yang dilahirkan melalui rahim hasil transplantasi dari pendonor yang telah meninggal dunia. Kelahiran Hugo yang terjadi sebelum Natal 2025 di London menjadi harapan baru bagi ibunya, Grace Bell. Perempuan berusia awal 30-an asal Kent, Inggris itu menyebut kehadiran putranya sebagai “hadiah kehidupan” yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Keberhasilan ini merupakan hasil dari penelitian transplantasi rahim yang telah dikembangkan selama lebih dari 25 tahun oleh organisasi medis Womb Transplant UK. Vonis Sindrom MRKH Sejak Remaja Perjalanan Grace untuk bisa hamil dimulai dari diagnosis yang ia terima saat remaja. Pada usia 16 tahun, ia didiagnosis mengalami Sindrom Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH), yaitu kelainan bawaan yang menyebabkan seorang perempuan lahir tanpa rahim. Meski tidak memiliki rahim, penderita MRKH tetap memiliki indung telur (ovarium) yang berfungsi normal. Kondisi ini diperkirakan dialami oleh sekitar satu dari 5.000 perempuan. Selama bertahun-tahun, diagnosis tersebut membuat Grace yakin bahwa ia tidak akan dapat mengandung anaknya sendiri. Namun perkembangan teknologi transplantasi organ kemudian membuka peluang baru bagi perempuan dengan kondisi tersebut.Baca juga: Misteri Bayi Eve: Benarkah Kloning Manusia Pertama Itu Nyata atau Sekadar Hoaks? Operasi Berlangsung Selama 10 Jam Kesempatan itu datang ketika Grace menerima kabar bahwa terdapat rahim dari seorang pendonor yang telah meninggal dunia yang cocok untuk ditransplantasikan kepadanya. Prosedur transplantasi tersebut dilakukan pada Juni 2024 di Oxford. Operasi pemindahan rahim ini berlangsung sekitar 10 jam dan melibatkan tim medis spesialis transplantasi. Keberhasilan operasi tersebut menjadikan Grace sebagai perempuan pertama di Inggris yang berhasil menerima rahim dari pendonor yang telah meninggal dunia. Program transplantasi ini dipimpin oleh Profesor Richard Smith, yang selama bertahun-tahun terlibat dalam penelitian transplantasi rahim melalui organisasi Womb Transplant UK.Baca juga: Startup AS Kembangkan Bayi Rekayasa Genetika: Bebas Penyakit Keturunan & Lebih Cerdas Proses Bayi Tabung Setelah tubuh Grace pulih dari operasi transplantasi, tim medis melanjutkan proses ke tahap berikutnya melalui prosedur bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF). Metode ini diperlukan karena rahim yang ditransplantasikan tidak terhubung secara alami dengan sistem reproduksi tubuhnya. Melalui prosedur tersebut, embrio kemudian ditanamkan ke dalam rahim baru Grace hingga akhirnya berhasil menghasilkan kehamilan. Proses tersebut berujung pada kelahiran Hugo yang dilaporkan dalam kondisi sehat. Rahim Akan Diangkat Kembali Meskipun transplantasi rahim memungkinkan kehamilan terjadi, organ tersebut tidak direncanakan untuk berada secara permanen di dalam tubuh Grace. Setelah ia menyelesaikan rencana kehamilan di masa depan, rahim tersebut akan diangkat kembali melalui operasi. Langkah ini dilakukan agar Grace tidak perlu mengonsumsi obat penekan sistem kekebalan tubuh (imunosupresan) seumur hidupnya. Obat tersebut biasanya diperlukan untuk mencegah penolakan organ, namun penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Harapan Baru bagi Wanita Tanpa RahimFoto: Feet By Fody Keberhasilan kelahiran Hugo menjadi perkembangan penting dalam dunia kedokteran reproduksi. Hingga saat ini, lebih dari 100 transplantasi rahim telah dilakukan di berbagai negara dan telah menghasilkan lebih dari 70 kelahiran bayi. Hugo menjadi bayi pertama di Inggris yang lahir dari rahim hasil transplantasi pendonor yang telah meninggal dunia. Peristiwa ini membuka peluang baru bagi perempuan yang tidak memiliki rahim atau mengalami infertilitas absolut untuk dapat merasakan kehamilan.Baca berita dan artikel lainnya di Google News(wn/za) HeadlineMomBabyBayiBayi Tabung (IVF)Sindrom MRKHKesehatan Reproduksi0Wildan Nur Alif Kurniawan Tinggalkan KomentarKirim 0 Komentar Berita Menarik LainnyaMacBook Neo Resmi Meluncur, Mac Termurah Pakai Chip A18 Pro Harga Rp10 JutaanMacBook Neo Resmi Meluncur, Mac Termurah Pakai Chip A18 Pro Harga Rp10 JutaanIran-Israel Memanas, ‘Imam Mahdi’ Trending di X dan Google Trends: Tanda Kiamat?Iran-Israel Memanas, ‘Imam Mahdi’ Trending di X dan Google Trends: Tanda Kiamat?Apple Rilis iPhone 17e, Cek Harga dan Spesifikasi LengkapnyaApple Rilis iPhone 17e, Cek Harga dan Spesifikasi LengkapnyaResmi! iPad Air M4 Hadir dalam Dua Ukuran Layar, Ini Detail Harga dan SpeknyaResmi! iPad Air M4 Hadir dalam Dua Ukuran Layar, Ini Detail Harga dan SpeknyaBarunastra ITS Juara Dunia RoboBoat 2026 di AS, Kalahkan MIT dan Kampus GlobalBarunastra ITS Juara Dunia RoboBoat 2026 di AS, Kalahkan MIT dan Kampus GlobalSiaran TV Iran Diretas: Tampilkan Pidato Trump dan Netanyahu Saat Pertandingan BolaSiaran TV Iran Diretas: Tampilkan Pidato Trump dan Netanyahu Saat Pertandingan Bola Media dan Platform berita teknologi Indonesia dan dunia terbaru hari ini. Tips dan berita seputar gadget, internet, entertainment, bisnis, fintech, teknologi dan informasi. IndonesiaVersionarrow_drop_downPerusahaan Tentang Kami Privasi Aturan FiturBeritaPerusahaanBeriklanProduk Kami Untuk Bisnis Download Ikuti Kami Facebook Instagram Twitter Linkedin Discord
